Indonesia Fashion News | Berita Seputar Fashion dan Fotografi

Perawatan Natural dan Regeneratif dari ZAP untuk Sambut Lebaran

Perawatan Natural dan Regeneratif dari ZAP untuk Sambut Lebaran

Selain meningkatkan amal ibadah, Ramadan kini menjadi moment refleksi untuk mempercantik dan merawat diri sebagai bentuk self-care. Memasuki tahun ke-10, program Cantik Saat Lebaran (CSL), ZAP kembali hadir dengan pendekatan yang menekankan hasil natural, regenerasi kulit jangka panjang, serta perawatan dengan downtime minimal.

Perubahan pola tidur dan asupan cairan selama puasa membuat kondisi kulit lebih rentan mengalami dehidrasi, kusam, hingga gangguan skin barrier. Karena itu, tren perawatan Ramadan 2026 bergeser dari prosedur instan menuju treatment yang menenangkan, menstabilkan, dan memperkuat kesehatan kulit secara bertahap.

Fokus Regenerasi dan Skin Barrier

Menurut dr. Dara Ayuningtyas, Chief Clinical Officer ZAP, pendekatan regeneratif menjadi pilihan paling ideal selama bulan puasa. “Selama Ramadan, kulit cenderung mengalami perubahan hidrasi dan fungsi barrier akibat perubahan pola tidur dan asupan cairan. Pendekatan yang paling tepat adalah treatment yang bersifat regeneratif, memperkuat skin barrier, serta menstimulasi kolagen secara bertahap agar hasilnya lebih stabil, natural, dan tetap minim downtime,” jelasnya.

Beberapa perawatan yang menjadi highlight tahun ini antara lain Nucleofill untuk memperbaiki kualitas skin barrier, Juvelook sebagai hybrid collagen stimulator, serta Xela Rederm yang membantu stabilisasi pigmentasi dan metabolisme sel kulit. Untuk hasil yang lebih segar dan subtle lifting, tersedia Yellow Laser dan Ultraformer berbasis teknologi HIFU.

Bagi yang menginginkan perawatan praktis selama puasa, ZAP juga menghadirkan Facial Express dengan tahapan cleansing, eksfoliasi ringan, hidrasi, dan proteksi tanpa injeksi maupun laser. Seluruh treatment dikemas dalam berbagai bundling yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit seperti kusam, flek, bekas jerawat, hingga tanda penuaan.

Kolaborasi Lintas Brand

Di tahun ke-10, CSL juga menghadirkan kolaborasi bersama HMNS melalui kampanye CANGI (Cantik dan Wangi). Kampanye ini diwujudkan melalui program podcast Habib with The Beauty Season 2 bersama Habib Husein Ja’far dan 15 perempuan inspiratif.

Dalam setiap episode, diskusi tidak hanya membahas penampilan, tetapi juga makna self-care dari sisi karakter, kemandirian, hingga spiritualitas. “Cantik tak hanya soal wajah, tapi juga niat dan keseimbangan. Merawat diri dengan cara yang baik dan tidak berlebihan adalah bagian dari menjaga amanah atas tubuh yang diberikan,” ujar Habib Husein Ja’far.

Selain konten reflektif, pengalaman CSL 2026 juga diperluas melalui kolaborasi lintas brand, mulai dari modest fashion, kuliner berbuka, layanan transportasi, hingga dukungan kesehatan. Dengan jaringan lebih dari 100 outlet nasional, program ini menjangkau pelanggan dalam skala yang lebih luas.

Selama satu dekade, CSL telah berkembang dari kampanye musiman menjadi ritual tahunan. “Cantik Saat Lebaran tak hanya menawarkan program perawatan kecantikan tetapi mempersiapkan   fisik, emosional, dan spiritual perempuan Indonesia sebelum kembali ke momen kebersamaan di hari raya,” tutup Feriani, CMO ZAP.

Doc: ZAP